Pages

Subscribe:

Senin, November 15, 2010

AGAMA DAN PANCASILA

Agama menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah sistem atau kepercayaan atau prinsip kepercayaan kepada tuhan, atau juga disebut dengan nama dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.
Berbicara mengenai agama adalah mengenai hubungan vertikal antara manusia dengan tuhannya. Ini mengenai penghambaan manusia terhadap Tuhan yang diyakininya. Dalam pengertian agama terdapat tiga unsur, yaitu manusia, pengahambaan, dan tuhan. Maka suatu paham atau ajaran yang mengandung ketiga unsur pengertian pokok tersebut dapat disebut agama.
Read More..

Sabtu, November 13, 2010

Konflik Antar Organisasi

Latar Belakang
Corak majemuk yang ada pada masyarakat di Indonesia membawa konsekuensi tersendiri dalam kehidupan sosial antar suku bangsa yang ada di dalamnya. Beraneka ragam corak kebudayaan yang dimiliki sukubangsa-sukubangsa di Indonesia terjalin dalam suatu struktur interaksi yang merupakan perwujudan dari hubungan antar sukubangsa tersebut yang selanjutnya menciptakan dan memantapkan batas-batas sosial antara satu suku bangsa dengan sukubangsa lainnya dan merupakan pembeda satu kebudayaan sukubangsa..
Pengaktifan sentimen kesukubangsaan dapat berguna dalam rangka menciptakan solidaritas sosial yang melibatkan sukubangsa yang bersangkutan untuk dipertentangkan dengan warga dari sukubangsa lainnya ketika terjadi persaingan dalam perebutan suatu sumber rejeki dan pengalokasian pendistribusiannya, atau untuk mempertahankan serta memperjuangkan kehormatan sukubangsanya yang dianggap telah dirusak oleh pihak lawannya. Sebuah isue tentang penodaan kehormatan sukubangsa oleh sukubangsa lainnya dapt diaktifkan ketika warga suatu sukubangsa merasa bahwa mereka telah diperlakukan tidak adil dalam suatu penyelesaian pertengkaran atau ”aturan main” yang berlaku telah dimanipulasi oleh sukubangsa pihak lawannya tidak sesuai dengan tradisi yang berlaku, atau tidak ketat sanksi-sanksinya sehingga hal tersebut dapat memperjelas dan mempertajam batas-batas di antara sukubangsa yang dapat dinilai sebagai potensi-potensi konflik antar sukubangsa. Potensi konflik dimaksud dapat terwujud sebagai konflik apabila ada pemicunya, yang biasanya dimulai oleh pihak warga sukubangsa yang merasa dirugikan oleh suatu perbuatan yang tidak adil yang dilakukan oleh pihak lawannya yang kemudian dilihat dalam suatu kerangka yang lebih bias dengan mengacu pada stereotip serta prasangka yang dimiliki oleh pihak sukubangsa yang dirugikan.
Read More..

Kepemimpinan Menurut Agama Islam

Perihal mengenai kepemimpinan dalam Islam merupakan suatu wacana yang selalu menarik untuk didiskusikan. Wacana kepemimpinan dalam Islam ini sudah ada dan berkembang, tepatnya pasca Rasulullah SAW wafat. Wacana kepemimpinan ini timbul karena sudah tidak ada lagi Rasul atau nabi setelah Nabi Muhammad SAW wafat.
Dalam firman Allah SWT dikatakan bahwa Al-qur’an itu sudah bersifat final dan tidak dapat diubah-ubah lagi. Sehingga Rasulullah SAW adalah pembawa risalah terakhir dan penyempurna dari risalah-risalah sebelumnya.
Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-qur’an) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya.”(Q.S Al-An’am:115).
Read More..

Social Networking dan Pengaruhnya

Social Software
Social software merupakan suatu cakupan dari sistem software yang memungkinkan pengguna dapat berinteraksi dan berbagi data dengan pengguna yang lain dalam skala yang besar. Karakteristik dari sebuah social software adalah memiliki open APIs, desain arsitektur yang berbasiskan service-oriented (SOA), dan kemampuan untuk upload data maupun media. Dari karakteristik yang telah disebutkan, social software termasuk Web 2.0 dan Enterprise 2.0 dimana cakupannya adalah untuk aplikasi bisnis skala besar.
adapun perubahan persepsi yang saya kutip dari alamat di atas adalah tentang software sosial tersebut, yaitu:
  1. untuk kebutuhan, software konvensional lebih ditekankan kepada perusahaan yang membutuhkan, sedangkan software sosial dapat diinisialisasi oleh konsumen(pemakai),
  2. kedua yaitu fokus. pada software konvensional titik fokus ditujukan kepada sisi internal perusahaan, sedangkan software sosial bisa dikatakan menekankan pada sisi sosial atau eksternal,
  3. ketiga, tujuan. maksud dari dibuatnya software konvensional adalah untuk mendapatkan keuntungan dan efesiensi serta produktifitas, sedangkan pada software sosial lebih diutamakan sisi emosional.
Read More..