Pages

Subscribe:

Minggu, November 06, 2011

Tugas Bahasa Indonesia 1

1.         1.     Jelaskan yang menyebabkan ragam bahasa dan berikan contohnya !
2.        2.   Jelaskan perbedaaan istilah umum dan khusus dalam penggunaan wacana !
3.        3.   Jelaskan pola kalimat dasar bahasa Indonesia !
4.        4.    Jelaskan syarat-syarat kalimat efektif !

Jawab :
1.         Yang menyebabkan ragam bahasa adalah variasi bahasa yang berbeda-beda menurut pemakaian, topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta medium pembicara. Variasibahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. Selain itu, variasi bahasa terjadi biasanya akibat perbedaan letak geografis atau daerah dimana mereka berasal atau tinggal.
Read More..

Makalah Bahasa Indonesia "Kalimat dalam BI"

BAB I
PENDAHULUAN

Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki subjek (S) dan predikat (P). kalau tidak memiliki unsur subjek dan unsur predikat, pernyataan itu bukanlah kalimat. Dengan kata yang seperti itu hanya dapat disebut sebagai frasa. Inilah yang membedakan kalimat dengan frasa. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Dalam wujud lisan kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Dalam wujud tulisan berhuruf latin kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!).

Read More..

Sabtu, Mei 14, 2011

Pengenalan Inflasi

Inflasi bukan berarti naiknya harga barang-barang ataupun turunya nilai mata uang, inflasi adalah proses dari suatu peristiwa. Artinya, bila ada tingkat harga yang tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Bila kenaikan harga terus-menerus meningkat dan saling mempengaruhi baru bias dianggap inflasi.
inflasi juga sering di gunakan meningkatnya persediaan uang yang juga memoengaruhi nainya harga barang.  Ada dua cara yang biasa digunakan untuk mengukur tingkat inflasi yaitu CPI dan GDP deflator. inflasi digolongkan diantaranya, inflasi ringan, sedang, berat dan hiperinflasi.
Apabila kenaikan harga dalam satu tahun dibawah 10% (sepuluh persen) maka inilah disebut inflasi ringan, sedangkan untuk inflasi sedang  kenaikan harga berada di interval antara 30% sampai 100% dan untuk jenis inflasi tingkat tinggi atau hyperinflasi, harga kenaikan melebihi 100% dalam setahun.
Read More..

PENJELASAN DATA KEMISKINAN

Data Statistik Resmi (official statistics) adalah objektivitas universal. Seluruh dunia mengukur kinerja pembangunan dan eksistensi bangsanya melalui penggunaan indikator statistic yang memenuhi standar pengukuran yang disepakati secara internasional. Pekerjaan statistic selalu dikawal oleh Kode Etik Statistik PBB. Di Indonesia akhir‐akhir ini, di sebagian kalangan, cenderung mispersepsi dalam memahami angka statistik. Terkait data statistik kemiskinan misalnya kekeliruan dimaksud melebar ke mana‐mana.

Disadari bahwa salah satu aspek penting untuk mendukung Strategi Penanggulangan Kemiskinan adalah tersedianya data kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran. Pengukuran kemiskinan yang dapat dipercaya dapat menjadi instrumen tangguh bagi pengambil kebijakan dalam memfokuskan perhatian pada kondisi hidup orang miskin. Data kemiskinan yang baik dapat digunakan untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah terhadap kemiskinan, membandingkan kemiskinan antar waktu dan daerah, serta menentukan target penduduk miskin dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas hidup mereka.
Read More..